Bisa Dipercaya

SFC Gagal Masuk Final

Fachrudin sfc duel dg Sultan Samma FC BorneoKORANKITO.com-Samarinda

Laskar Wong Kito gagal melaju ke babak final Piala Gubernur Kaltim. Raihan 3 poin Sriwijaya FC setelah kalah adu penalti 2-4 dari PBFC dan menang adu penalti 7-6 atas Surabaya United tak mampu membawanya ke babak final.

Sriwijaya FC kalah bersaing dengan PBFC  yang mengantungi 5 poin dari hasil menang adu penalti dari SFC dan menang 3-0 atas Surabaya United dalam waktu normal.

Berita Sejenis
1 daripada 148

Dalam laga kontra Surabaya United, SFC mengincar angka penuh, anak asuh Benny Dollo langsung mengambil inisiatif serangan. Hasilnya langsung terlihat, bomber andalan Alberto Goncalves, kembali mencetak gol. Kali ini sundulan kerasnya menjebol jaring gawang Surabaya United memanfaatkan umpan silang Bayu Gatra di menit 14.

Kecepatan talenta muda yang dimiliki Surabaya United, sukses menciptakan beberapa peluang, meski belum mampu menjebol gawang Dian Agus Prasetyo dan mengubah skor sementara.

Petaka bagi Sriwijaya FC datang dari Oktavio Dutra. Kapten tim Surabaya United itu, mencetak gol penyeimbang pada menit 31, setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang Dian Agus, hasil tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Sriwijaya FC.

Gol balasan tersebut seakan menjadi angin segar pemicu semangat Surabaya United. Anak asuh Ibnu Grahan, semakin gencar melakukan serangan. Peluang emas dari Emilie Mbamba di akhir pertandingan, masih bisa digagalkan. Skor bertahan hingga peluit panjang dan dilanjutkan adu pinalti.

Kali ini Sriwijaya FC tidak mengulangi kesalahan yang sama dan unggul 7-6. Kemenangan diraih setelah Dian Agus Prasetyo sukses menahan tendangan Erwin yang menjadi satu-satunya eksekutor Surabaya United yang gagal.

Keberhasilan Oktavio Dutra, I Putu Gede, Iham Udin, Rudi Widodo, Emilie Mbamba dan Fitra mengeksekusi penalti tidak dapat mengalahkan skor yang dicetak para algojo Sriwijaya FC, yakni Beto, Bayu Gatra, Asri Akbar, Thierry, Ahmad Juprianto, Anis Nabar dan Syaiful Indra.

Pada laga sebelumnya, PBFC mampu keluar sebagai pemenang pada laga pertama semifinal menghadapi Sriwijaya FC, melalui drama adu penalti 4-2, setelah pada waktu normal, kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1.

Turun dengan kekuatan tanpa jenderal lapangan tengah Firman Utina, Sriwijaya FC justru mengambil inisiatif serangan di awal pertandingan. Legiun asing Alberto Goncalves, mencatatkan namanya di papan skor di menit 5. Memanfaatkan umpan silang mendatar Anis Nabar, Beto suskes melesakkan bola.

Tertinggal, PBFC meningkatkan intensitas serangan. Kecepatan barisan depan tuan rumah, kerap merepotkan dan menciptakan peluang di depan gawang Dian Agus. Penyelesaian akhir yang buruk, belum mampu mengubah skor.

Sriwijaya FC bukan tanpa perlawanan, beberapa kali serangan balik cepat dari sisi sayap, hampir menambah keunggulan yang dimiliki.

Menit 23, Sultan Samma mendapat peluang emas. Mengejar umpan terobosan menusuk, pemain nomor punggung 22 ini, lepas dari pengawalan. Beruntung Dian Agus berhasil memotong alur bola dan mengamankan gawangnya.

Sisa waktu 15 menit waktu normal, praktis PBFC mengurung pertahanan Sriwijaya FC. Serangan bergelombang yang dibangun anak asuh Basri Badrusalam, menambah ketegangan pertandingan yang disesaki suporter Pusamania.

Gol balasan dari PBFC akhirnya datang di menit 34. Eksekusi tendangan bebas Sutan Samma dari sisi kanan pertahanan SFC, meluncur bebas ke dalam gawang, setelah kiper Dian Agus salah mengantisipasi bola. Skor pun berubah 1-1 hingga pertandingan berakhir.

Dengan memakai sistem Trofeo, hasil imbang yang didapat kedua tim, memaksa pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti untuk menentukan siapa yang berhak meraih dua angka.

PBFC mengungguli Sriwijaya FC dalam drama titik putih 4-2 setelah kiper Yoo Jae Hoon menggagalkan eksekusi Ahmad Juprianto dan Syaiful Indra Cahya. Hanya Beto dan Bayu Gatra yang sukses menceploskan si kulit bundar.

Para algojo PBFC, hanya Sultan Samma yang gagal. Sementara Edilson Tavares, Ricardo Salampessy, Gavin Kwan Adsit dan Tarik Boschetti, mampu mengecoh Dian Agus Prasetyo.pran