Sumsel Atasi Asap Sejak Dini

 

IMG_1256KORANKITO.com-Palembang

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen, tahun ini tidak akan ada lagi bencana asap seperti yang terjadi tahun lalu. Keseriusan ini diwujudkan dengan pembentukan Gerakan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Langkah ini adalah langkah tercepat dibandingkan dengan provinsi lain yang terkena bencana Karhutla. “Pemprov memulai pengendalian Karhutla lebih awal dari tahun lalu,” tegas Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, dalam Upacara Pencanangan Gerakan Pengendalian Karhutla di Halaman Griya Agung, Senin (7/3).

Dengan mengusung semangat Prasasti Talang Tuo Kerajaan Sriwijaya 763 Masehi, Alex meresmikan Gerakan Pengendalian Karhutla. Upacara peresmian diawali dengan pengecekan kesiapan anggota oleh Alex dengan mengelilingi lapangan upacara. Upacara sendiri diikuti 1.630 peserta yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, Masyarakat Peduli Api dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Alex menyampaikan keinginannya untuk mewujudkan Sumsel yang sehat dan bebas dari asap dengan tema Green South Sumatera (Sumsel Hijau). “Green South Sumatera, kita sepakat nihil asap dengan mewujudkan kawasan yang rendah emisi tanpa polusi,” ujar Alex.

Salah satu strategi utama yang akan dilakukan Pemprov Sumsel adalah dengan membangun 102 Desa Peduli Api Terpadu yang tersebar di empat kabupaten yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, dan Ogan Ilir (OI), strategi lain adalah membuat pos pantau dan patroli darat.

Alex juga menginstruksikan kepada masyarakat atau pihak terkait untuk terus berkoordinasi dengan Pemprov jika lahan yang terbakar tidak dapat ditanggulangi sendiri. “Lakukan koordinasi kepada Pemprov jika sulit ditanggulangi sendiri,” kata Alex.

Ditambahkannya, tidak hanya penanggulangan kebakaran yang dilakukan Pemprov, Pemprov nantinya juga akan melakukan pelestarian hutan dan lahan yang telah terbakar.yudi/adv