Polwan Menantang

prisiaMelakoni peran sebagai polisi wanita (polwan), Prisia Nasution tak mau sekadar baca naskah dan membayangkan kerja polwan semata. Sebaliknya, ia terjun langsung ke lapangan bersama para polwan asli.

Maka jadilah selama berhari-hari, Prisia ikut para polwan dalam berkegiatan. Mulai dari cara bergaul, bersikap, bertugas dan paling penting saat menindak pelaku kejahatan.

Untung saja, Prisia jago beladiri dan sejak kecil, ia memang tomboi. Jadi lumayan mudah untuk merasapi peran menantang ini.

“Dibantu mbak-mbak polwan sih. Mereka kasih tahu seperti apa itu polwan. Saya ikuti semua, jadi polwan itu memang menantang,” paparnya di Jakarta, beberapa hari lalu.

Masih soal perannya, Prisia mengaku sangat suka dan cocok. Terlebih polwan yang diperaninya bukan polwan biasa melainkan polwan yang cuek dan kerjanya memburu pelaku kejahatan. Jadi, bukan di jalan raya mengatur lalu lintas.

Ingin menjiwai peran polwan yang super cuek itu, Prisia pun harus mengalami patah lengan saat syuting. Ini terjadi gara-gara ia naik ke atap mengecek plafon, tak dinyana plafonnya lapuk.

“Jatuh dari ketinggian 3,5 meter. Lumayan sakitnya, sempat dirawat. Tapi syuting jalan teruslah,” sergahnya seraya mengatakan dirinya tak kapok syuting. adi