Kejagung Tinggal Tetapkan Tersangka Dana Hibah

IMG_2638KORANKITO.com-Palembang

Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi selama lima hari terkait dana hibah Pemprov Sumsel, tim Pidana Khusus Kejakgung kembali ke Jakarta dengan membawa barang bukti 30 kotak kardus berisikan dokumen-dokumen dana hibah.

Kepala Tim Penyidik Pidsus Kejagung Haryono mengatakan, pada hari terakhir di Sumsel pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap dua anggota DPRD Sumsel yakni Dr Abadi Budi Darmo dan Yansuri. “Ada 30 kotak yang akan kita bawa ke Kejagung sebagai barang bukti.Terkait penerima dana hibah,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan di kantor BPKAD Sumsel, sejak Kamis pagi pukul 10.00 hingga Jumat pukul 03.00, penyidik mengambil dokumen dana hibah seperti nota dinas, SPJ dan lain sebagainya. “Semua barang bukti akan kita bawa ke Jakarta,” katanya.
Menurut Haryono, untuk melengkapi alat bukti, pihaknya akan mencari fakta-fakta dan dari pemeriksaan para saksi-saksi, meski sudah ada perbuatan melawan hukum dalam kasus ini. Dalam proses anggaran dan pelaksanaan diduga ada keterlibatan dewan dan  eksekutif. Hasil pemeriksaan ditemukan ada beberapa yang fiktif seperti ada nama orang tapi saat dipanggil nama orang itu tidak ada. Ada nama LSM tapi juga tidak ada saat dipanggil. Namun, pihaknya belum bisa menginvestalisir apakah ini dari pihak dewan atau SKPD. “Kita hanya tinggal menetapkan tersangka saja dalam kasus ini,” tegasnya.
Sementara itu Dr Abadi Budi Darmo salah satu yang dimintai klarifikasi mengatakan, dirinya baru bisa memenuhi panggilan pihak Kejagung karena ada urusan pribadi. Pekerjaa sebagai dosen dan pengacara cukup menguras waktu.

“Saya ditanya terkait dana aspirasi, tapi di sini saya jelaskan, sebenarnya itu dana bantuan daerah. Dimana, saya pribadi menyalurkan dana sebesar Rp5 miliar itu dengan 12 item dan satu bantuan keuangan untuk masyarakat. Pembangunan infastruktur jalan, pembangunan bronjong dermaga  d idaerah Muaraenim Prabumulih,” katanya.roki