Jamaah Haji Lansia Bakal ‘Dipasangi’ GPS

 

20160304_093248KOARANKITO.com-Palembang

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki, Rektor UIN, Kemenag Sumsel, membuka Rapat Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama  Sumsel 2016, bertema “Dukungan Pemerintah Provinsi terhadap Pembangunan Bidang Keagamaan, di Hotel Horison Ultima Palembang, Jumat (4/3).

Dalam kesempatan itu, Menteri Agama mengatakan, kuota haji Indonesia tahun 2016 diperkirakan masih akan mengalami pengurangan 20 persen. Pengurangan ini dampak dari belum selesainya proyek perluasan Masjid Haram di Mekah. Kondisi ini menyebabkan kuota jamaah haji untuk Sumatera Selatan  masih sama seperti tahun sebelumnya yakni 5040 jamaah. “Rencananya tanggal 9 Maret ini akan ke Saudi untuk MoU dengan kementerian urusan haji Saudi,” kata Lukman.

Lukman menambahkan, saat ini Kementerian Agama Indonesia terus berjuang untuk mendapatkan 10 ribu tambahan kuota yang pernah dijanjikan Raja Salman. “Saya akan tetap berusaha untuk mendapatkan tambahan kuota 10 ribu itu, karena itu yang pernah dijanjikan oleh Raja Salman saat Presiden Jokowi berkunjung ke Jeddah. Secara eksplisit Indonesia akan ada tambahan 10 ribu, dan saya akan memperjuangkan itu,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai fasilitas bagi jamaah haji Indonesia tahun 2016, Lukman menjelaskan akan ada peningkatan fasilitas bagi jamaah haji Indonesia seperti pemondokan dan katering.  “Fasilitas jamaah haji akan ada perbaikan misalnya dari makan, bagi jamaah yang ada di Mekkah, ada penambahan biasanya 15 kali menjadi 24 kali. Fasilitas pemondokan selama di Makkah dan Madinah kualitas hotel pun akan ditingkatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan khusus bagi jamaah lansia, Kementerian Agama akan menyematkan gelang identitas diri yang dilengkapi dengan teknologi GPS (Global Position System).

“Ini agar tidak ada lagi jamaah lansia yang hilang atau tersesat. Jika jamaah lansia tersesat maka akan segera diketahui keberadaannya untuk dilakukan penjemputan. Keberadaan mereka bisa dimonitor langsung. Ini mencegah dan mengurangi jemaah yang tersesat dan tak bisa kembali ke pemondokan,” pungkas Lukman.reno