Kejagung Sita 22 Dus Dokumen Dana Hibah dari BPKAD Sumsel

 

IMG_2638KORANKITO.com-Palembang

Kasus dugaan penyelewengan dana hibah Rp2,1 triliun bak bola salju. Setelah memeriksa sejumlah anggota dewan, mantan anggota dewan, LSM, dan eksekutif, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sedikitnya 22 dus berisi dokumen dana hibah dari Kantor badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD Sumatera Selatan .

Penggeledahan dilakukan mulai Kamis (3/3) pukul 10.00. Para penyidik dari Kejaksaan Agung RI melaksanakan tugasnya. Hingga Kamis malam, sedikitnya 22 dus kotak besar diamankan oleh tim penyidik Kejaksaan Agung dari kantor BPKAD Provinsi Sumatera Selatan. Dokumen-dokumen itu  di antaranya proposal dan SPJ dari sejumlah instansi termasuk komisi-komisi di DPRD Provinsi Sumsel. Barang bukti itu dimasukkan ke dalam kendaraan roda empat jenis pikap tertutup.

Dari pantauan KoranKito, saat dus-dus berisi dokumen itu dimasukkan ke dalam kendaraan, kotak-kotak itu bertuliskan komisi I sebanyak 2 kotak, komisi II sebanyak 1 kotak, SPJ TA 2013 Kesbangpol sebanyak 3 kotak, proposal dan SPJ TA 2013 Kesbangpol sebanyak 2 kotak, SPJ KONI TA 2013 sebanyak 4 kotak, proposal dan SPJ instansi vertikal sebanyak 1 kotak, proposal dan SPJ aspirasi TA 2013 sebanyak 1 kotak, SPJ P3N TA 2013 sebanyak 2 kotak.

Tim Kejaksaan Agung terus melakukan penggeledahan di kantor BPKAD Provinsi Sumsel yang berada di Wisma Atlet, Jakabaring Sport City Palembang. Penggeledahan dilakukan untuk menemukan dokumen-dokumen terkait aliran dana hibah yang nilainya fantastis itu.roki