Asap Pusri dan Pertamina Ganggu Pemandangan GMT

 

Jpeg

Jpeg

KORANKITO.com-Palembang

Aktivitas produksi pabrik Pupuk Sriwijaya atau Pusr) dan Pertamina sepertinya bakal dihentikan sementara, selama proses gerhana matahari total  9 Maret mendatang. Diperkirakan asap tersebut dapat menutup penglihatan tamu undangan yang akan menyaksikan gerhana.

Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan, pihaknya telah meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk segera berkoordinasi dengan Pusri maupun Pertamina agar distop terlebih dulu asapnya, agar tidak mengganggu penglihatan proses terjadinya gerhana matahari total.

“Apalagi, jembatan Ampera menghadap matahari terbit dari timur, makanya kita meminta BLH untuk berkordinasi dengan pihak terkait. Harapan kita, asap jangan sampai menutupi pemandangan gerhana matahari, makanya pihak Pusri dan Pertamina agar menghentikan terlebih dahulu asapnya,” ujarnya usai menggelar rapat persiapan GMT.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata provinsi Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga menambahkan selain dapat mengganggu penglihatan asap juga tidak bagus buat pemberitaan, apalagi nantinya akan ada beberapa media nasional yang melakukan live reports.

“Asap dapat mengganggu penglihatan, dan tidak bagus muatan tidak bagus pemberitaan kalau adanya asap nanti. Nantinya, masalah teknis biar mereka yang mengatur, apakah cerobonh asap ditutup dahulu, atau bagaimana itu terserah mereka,” ujarnya.

(Denny Pratama)