Berkorban Untuk Kepentingan Rakyat

 

20160226093600_img_1250-resized-1280KORANKITO.com-Lahat

Jembatan yang  di Jalan Mayor Ruslan I, Lahat, ambals. Kondisi yang parah membuat jembatan tersebut  tidak bisa lagi diperbaiki. Pondasi jembatan hancur. Ini karena kontruksi awal bangunan ini  bukan diperuntukan  untuk jembatan melainkan  terowongan air. Diperkirakan butuh anggaran minimal Rp4 miliar untuk membangunan jembatan baru di Jalan Mayor Ruslan I Lahat  ini. “Kita sudah cek, kontruksi bangunan ini  zaman Belanda dan tadinya  sekedar terowongan air. Saat ini tidak bisa lagi dipakai,” kata Bupati Lahat H Aswari Riva’i, Sabtu (26/2).

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah Bupati  mengecek langsung kondisi pondasi di bawah jembatan, Langkah Bupati memeriksa pondasi jembatan sejatinya membahayakan nyawanya karena posisi jembatan miring sehingga kapan saja  runtuh. Sebelumnya beberapa kepala SKPD sempat mengingatkan orang nomor satu di Lahat itu  agar tidak turun ke bawah jembatan. Namun, demi kepentingan masyarakat, Bupati Aswari tetap turun untuk mengecek langsung kondisi pondasi jembatan. “Kalau tidak turun,  bagaimana saya bisa tahu kondisi sebenarnya seperti apa. Ini semua saya lakukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat Lahat,” ujar Bupati Aswari.

Aswari menuturkan, sebenarnya jembatan tidak ambruk seluruhnya karena pondasi jembatan yang ditambah saat pelebaran jalan pada masa beberapa waktu lalu  masih tersangkut di dinding jembatan. Posisi dinding ini hanya tersangkut di dalam sungai sehingga dikawatirkan dinding ini tidak mampu bertahan lama. “Khawatir akan memakan korban, tidak ada solusi lain selain harus membangun jembatan baru,” katanya.hms