Narkoba Jadi Bisnis Keluarga

Musron , yang merupakan ayah dari Tedy Umbara dan Ribut Waidi yang diduga terlibat berjualan narkoba jenis sabu dan ekstasi diamankan petugas Ditres Narkoba Polda Sumsel. KORKIT/KARDO

Musron , yang merupakan ayah dari Tedy Umbara dan Ribut Waidi yang diduga terlibat berjualan narkoba jenis sabu dan ekstasi diamankan petugas Ditres Narkoba Polda Sumsel.
KORKIT/KARDO

Palembang – KORKIT

Berdalih untuk memenuhi kebutuhan hidup, tiga pria ini nekat menjalani bisnis keluarga dengan berjualan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Alhasil, satu keluarga ini ditangkap satuan Ditres Narkoba Polda Sumsel, di kawasan Desa Sugi Waras, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang, Selasa (23/2), pukul 15:30 WIB.

Keluarga tersebut terdiri dari Musron (47), yang merupakan ayah dari Tedy Umbara (29) dan Ribut Waidi (25) yang berstatus keponakan, kini harus meringkuk di ruang tahanan Mapolda Sumsel.

Tersangka yang terdriri dari anak dan ayah diringkus saat aparat mendapat informasi melalui pengembangan saat sang keponakan, yang tertangkap lebih dulu. Saat ditangkap oleh petugas yang mengenakan pakaian preman, Ribut Waidi membawa tiga paket sedang sabu senilai Rp 33 juta, di kawasan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang.

Dari tangan ketiganya, petugas berhasil menyita barang bukti narkoba senilai Rp 58,9 juta, dengan rincian tiga paket sedang sabu senilai Rp 33 juta dari Ribut. Sedangkan Musron sebanyak satu paket sedang seharga Rp 22 juta dan dari Tedy sebanyak 30 butir pil ekstasi warna kuning berlogo jempol senilai Rp3,9 juta.

Ditemui pada gelar tersangka dan barang bukti, di Mapolda Sumsel, Rabu (24/2), menurut keterangan Tedy, dia memang sengaja mengajak sang ayah untuk menjalani bisnis haram tersebut lantaran tak mempunyai biaya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Baru dua minggu bisnis narkoba karena ekonomi kami lagi susah. Jadi saya mau mengedarkan sabu dan mengambil dari bandar berinisial A di pinggir jalan depan Hotel Aston Palembang,” ujar residivis atas kasus narkoba ini.

Ditambahkan Tedy, dirinya mengenal A saat mendekam dalam Rutan Pakjo Kelas I A Palembang selama lima tahun. Berawal dari sana, usai bebas ia langsung mengajak sang ayah berbisnis narkoba.

Sementara itu, Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel, AKBP Syahril Musa menjelaskan, anak dan ayah ini memang kompak edarkan sabu dan ekstasi. Keduanya ditangkap dari pengembangan tersangka Ribut Waidi, yang tak lain adalah keponakannya Musron.

“Dari pengakuan tersangka, mereka baru menjalani bisnis haram ini. Namun kami akan kembangkan kembali agar dapat meringkus bandarnya,” pungkas Syahril.

Akibat ulahnya, ketiga tersangka terancam dijerat Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. krdo