Bisa Dipercaya

Marak Narkoba, Gandus Jadi Target BNN

Muhammad alias Mamad ditangkap BNN
Muhammad alias Mamad ditangkap BNN

Palembang-KORKIT
Kini sejumlah wilayah di Kota Palembang rawan peredaran narkoba. Namun, ada beberapa wilayah di kota Pempek ini yang menjadi target pantauan serius Badan Narkotika Nasional provinsi Sumatera Selatan. Wilayah-wiyalah yang mendapat perhatian serius BNNP Sumsel adalah kawasan Gandus dan kawasan 13 serta 14 Ilir.
“Sebenarnya, hampir seluruh wilayah di Kota Palembang ini terdapat peredaran narkoba, namun daerah Gandus dan kawasan 13 serta 14 Ilir  menjadi wilayah yang mendapat pantauan serius kami ,” ungkap Kepala Bidang Pemberantasan BNNP AKBP Minal Alkarhi, Kamis (25/2).
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel kemarin kembali mengamankan dua bandar narkoba yang sering mengedarkan barang haramnya di Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, dan Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni.
Awalnya, BNNP Sumsel mengamankan Muhammad alias Mamad (51), warga Jalan PSI Lautan Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB II saat hendak  transaksi dekat rumahnya, Senin (22/2) sekitar pukul 18.30. Mamad kemudian diamankan bersama barang bukti 30 butir pil ekstasi dibungkus plastik di kantong celananya.
Kemudian anggota BNNP melakukan pengembangan di daerah Kalidoni dan berhasil mengamankan pengedar bernama Nur Ali Baba (29), warga Jalan Sapta Marga Lorong Langgar, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni.
Saat dilakukan penggrebekan dan penggeledahan di rumah Baba, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 13 paket shabu shabu, 2 butir pil ekstasi, dan 1 paket ganja kering.
”Penangkapan berkat informasi yang diterima oleh masyarakat. Saya sangat berterima kasih karena masyarakat saat ini sudah peduli dan mau menginformasikan kepada aparat khususnya anggota BNN. Setelah didalami dan ditindaklanjuti, kita berhasil mengamankan kedua pelaku,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan BNNP AKBP Minal Alkarhi, Kamis (25/2).
Menurut Minal, para pelaku merupakan pengedar yang memperoleh barang haram tersebut dari bandar berinisial JK. Hingga saat ini, anggota masih melakukan pengejaran terhadap JK.
”Kita sudah melakukan pengintaian, namun belum berhasil mengamankan JK. Pelaku yang sudah diamankan bakal dijerat pasal 114 KUHP dengan ancaman seumur hidup atau hukuman mati,” tegasnya.
Sedangkan tersangka Mamad mengaku, hanya disuruh untuk mengedarkan pil ekstasi dengan upah Rp100 ribu untuk sekali mengantarkan barang.
”Baru empat kali ngantar. Saya kepepet untuk membayar sewa rumah, sebulannya Rp500 ribu,  jadi saya mau. Sudah dua bulan belum bayar kontrakan, kalau tidak dibayar bakal diusir. Kemarin kerja, tapi gaji belum dibayar bos,” ujar kakek dua cucu ini.
Tersangka Baba menambahkan, sudah menjajakan barang haram tersebut selama lima bulan terakhir. Dalam sebulan bisa menjual sabu sebanyak 2 gram yang dibagi dalam paket kecil dan dijualnya kepada pemakai di seputaran tempat tinggalnya. “Kalau 2 gram itu bisa dapat untung sekitar Rp1 juta. Tidak ada kerjaan, jadi mau mengedarkan shabu ini,” katanya. roki

Berita Sejenis

1500 Ekstasi Diamankan di Dalam Bus AKAP

Butuh Uang, Pengangguran Antarkan Pesanan Sabu

Bandar Sabu Berduel Dengan Polisi

1 daripada 43