Bisa Dipercaya

Jangan Lupakan Pembangunan Mental

Amri Siregar
Amri Siregar

Pembangunan inrastruktur di Provinsi Sumatera Selatan khususnya Palembang memang mengalami peningkatan yang luar biasa dari tahun ke tahun. Berbagai proyek infrastruktur dikerjakan pemerintah mulai dari gedung olahraga hingga Light Rapid Transit (LRT).

Perhelatan kegiatan lokal, nasional, maupun internasional di Sumsel membawa dampak luar biasa. Perhelatan itu mampu menarik wisatawan dan memperkenalkan Sumsel ke negara-negara lainnya.

Berita Sejenis

Menata Pendidikan Dari Sudut Negeri

Pemerintah Tidak Perlu Minta Maaf Kepada Eks PKI

Sumsel Populer di Mata Dunia

1 daripada 2

Dari kesuksesan itu, Pemerintah Provinsi Sumsel diminta jangan sampai terlena dan lupa untuk melakukan pembangunan mental umat.

Pesan ini, menjadi awal obrolan santai Koran Kito dengan Ketua PWNU Sumsel KH Abd Amri Siregar.

Dikatakannya, Sumsel sejak dulu merupakan daerah yang kondusif, tidak pernah terjadi konflik berlatar belakang SARA yang terjadi di masyarakatnya.

“Sumsel itu terkenal dengan daerah yang tidak pernah terjadi, ini harus tetap dipertahankan. Mudah-mudahan kita bisa memelihara sebagai provinsi yang bebas konflik,” kata Amri.

Tapi, ia tak menampik jika potensi konflik itu ada, sehingga perlu ada pengawasan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

“Itu perlu kita awasi dan waspadai, jangan sampai terjadi kerawanan-kerawanan yang menimbulkan konflik perpecahan,” ingatnya.

Untuk itu, menurut Ketua NU Sumsel dua periode ini, perangkat-perangkat sipil seperti organisasi kemasyarakat atau ormas perlu diberdayakan dan harus dijadikan mitra oleh pemerintah.

“Kebijakan pemerintah kan terbatas untuk menjangkau masyarakat. Nah, jadi ormas sebagai lembaga di tingkatan masyarakat inilah yang bisa menjangkau masyarakat secara langsung,” katanya, seraya menambahkan harus ada sinergisitas antara pemerintah dan ormas dalam pemberdayaan masyarakat itu.

Ormas, lanjut Amri, memiliki program yang riil, figur-figur di dalamnya sebagai pembina umat di masyarakat masih sangat kuat. “Pemerintah memang bisa mengurus masyarakat, tapi untuk urusan keagamaan masih diperlukan kerja sama dengan ormas. Peranan mereka sangat kuat dalam membentuk pola pikir masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, dijelaskan Amri, pembinaan umat secara keseluruhan berkaitan dengan berbagai sektor seperti kesehatan dan sosial. “Pembangunan umat awalnya dari pendidikan. Pembangunan umat, karena kita sudah menerapkan Sekolah Gratis sejak lama. Kita berharap masyarakat tidak ada lagi mengalami kendala dalam memperoleh pendidikan,” jelasnya.

Namun, ia kembali mengingatkan terkait persoalan kelesuan ekonomi rakyat.

“Masyarakat Sumsel ini kan andalannya yakni pertanian dengan komoditasnya karet dan sawit, sekarang mengalami keterpurukan. Ini yang kita harapkan kepada pemerintah agar memberikan solusi kepada masyarakat khusus para petani agar dapat terus bersemangat,” pintanya.

Persoalan ekonomi ini, jelasnya kembali, akan berimbas ke sektor lainnya seperti kriminalitas yang akan semakin meningkat. Nah, disinilah peran yang bisa diisi pemerintah yakni meningkatkan keamanan itu karena untuk meningkatkan perekonomian membutuhkan waktu yang lama.

“Soal keamanan dananya dari pemerintah, jadi bagaimana pemerintah bisa hadir memberikan rasa aman itu. Kalau dibiarkan, masyarakat dengan kondisi seperti ini sangat rawan karena kehidupan yang susah,” jelasnya.

 

Belum Merata

Mengenai pembangunan, Amri mengacungi jempol kepada Pemerintah Provinsi Sumsel tapi ia juga kembali mengingatkan agar pembangunan yang dilakukan merata di wilayah kabupaten/kota lainnya.

“2016 ini pembangunan Sumsel khususnya Palembang sangat pesat. Tapi tahukan jika wilayah Sumsel ini bukan hanya Palembang saja ? Nah, mudah-mudahan saja di daerah kabupaten/kota yang lain juga semangatnya sama,” ujarnya.

Jalan, menurutnya bukan hanya sebagai penghubung antar kabupaten/kota tapi sebagai urat nadi perekonomian. Sangat disayangkan masih ada jalan-jalan yang mengalami kerusakan tanpa ada upaya perbaikan.

Di bidang kesehatan, ia mengkritik belum maksimalnya pelayanan kesehatan di tingkatan bawah yakni Puskesmas.  “Yang ada sekarang layanan kesehatan seperti puskesmas itu kerjanya hanya sampai setengah hari. Ini menyulitkan warga yang ingin mendapatkan layanan kesehatan. Penyakit kan datang tidak bisa diduga, jadi sudah seharusnya pelayanan yang diberikan maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (korankito.com/reno)