Menggantung Harapan di Gerbang Laut Sumsel

Kawasan KEK-4Puluhan truk bermuatan peti kemas terlihat lalu lalang, tampak pula rangkaian gerbong kereta api meliuk perlahan keluar masuk stasiun lalu berpadu dengan suara nyaring klatson kapal laut kargo yang siap meninggalkan pelabuhan. Rupanya, suasana itu baru sebatas bayangan yang melintas dibenak tatkala membicarakan kawasan pelabuhan laut Tanjung Api-Api (TAA) yang rencananya terintegrasi dengan kawasan ekonomi khusus (KEK).

Wilayah yang berada di bagian pantai timur Sumatera Selatan (Sumsel) tersebut telah menjadi impian masyarakat Bumi Sriwijaya sejak tiga dasawarsa silam. Betapa tidak, provinsi yang kaya dengan sumber daya alam (SDA) seperti sawit, kopi, karet, serta batu bara tentu mengidamkan sebuah pelabuhan laut dengan KEK, soalnya selama ini beragam SDA itu masih diangkut lewat pelabuhan laut Lampung dan Jakarta sebelum dikirim ke luar negeri, karena Pelabuhan Boom Baru di Palembang yang ada tidak bisa dilalui kapal berukuran besar.

Tetapi jangan khawatir KEK  pelabuhan Tanjung Api-Api ditargetkan rampung pada 2018 yang terintegrasi dengan pelabuhan laut. Nah, untuk melakukan percepatan pembangunan di TAA Gubernur Sumsel Alex Noerdin bertemu dengan Tim Pelaksana dan Sekretariat Dewan Nasional KEK Indonesia guna memberikan solusi yang baik bagaimana TAA kedepannya.

‘’Mereka akan melakukan peninjauan TAA karena dari target tiga tahun yang sekarang sudah masuk tahun kedua, jika ada masalah mereka siap membantu. Saya usulkan mereka untuk menjadi tim tetap saja,” ujar Alex Noerdin seusai bertemu dengan Tim Pelaksana KEK di VVIP Room Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sabtu (20/2).

Seperti diketahui, penetapan presiden tentang KEK Tanjung Api-api telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 51 Tahun 2014 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Juni 2014. Perpres ini kemudian menjadi dasar bagi Pemprov Sumsel untuk mendorong proyek, apalagi sudah masuk delapan KEK yang ditargetkan selesai oleh pemerintahan Joko Widodo

Pantauan, Koran Kito, saat ini KEK pelabuhan TAA dalam proses penyediaan lahan sembari mereklamasi Tanjung Carat yang akan dijadikan dermaga samudera. Diketahui pula Pemprov Sumsel berencana mereklamasi lahan seluas 3.000 hektare (ha) di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin supaya bisa disandari kapal berkapasitas 7.000 DWT. Nantinya KEK akan memiliki luas 4.045 hektare (ha) yang terdiri atas reklamasi Tanjung Carat 2.015 ha dan lahan darat 2.030 ha,

Wakil Ketua II Tim Pelaksana dan Sekretariat Dewan Nasional KEK, Budi Santoso mengaku siap membantu Pemprov Sumsel dalam bentuk apapun. “Tujuan kami datang kesini memang untuk membantu, mulai dari segi teknis, hingga masalah perizinan pun kami ada orangnya di sini,” kata Budi, di Palembang.

Pada kawasan itu, tambahnya, akan dikembangkan industri meliputi coal gasification, pembangkit listrik, coal liquefaction, pabrik pupuk, pabrik semen, pabrik ban, pengolahan cpo, kilang minyak, dan industri hilir petrokimia.

Maka untuk menunjang KEK, Pemprov Sumsel telah menggandeng perusahaan operator pelabuhan internasional Dubai Port Authority Corporation, PT DEX serta PT Indoama terkait percepatan pembangunan pelabuhan TAA. Disebutkan, ketiga perusahaan itu sudah melakukan beberapa pembicaraan dengan pemprov, dan sangat berharap bahwa KEK ini segera terealisasi, seperti PT DEX yang berencana membuat pabrik pengolahan minyak sawit, Indorama dengan olahan karet sintetiknya, serta Dubai Port sendiri yang berkeinginan menjadikan Pelabuhan TAA sebagai pelabuhan terbesar di kawasan Asia. Untuk mengejar obsesi tersebut diperkirakan pemerintah harus merogoh kocek Rp104 triliun yang dialokasikam umtuk pembangunan pelabuhan, jalan tol, monorel, hingga kawasan industri di KEK TAA.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Ruslan Bahri mengatakan, TAA dapat membantu harga karet dan sawit sekarang yang sedang anjlok. “Harga karet dan sawit terjun bebas satu-satunya cara untuk menstabilkanya adalah dengan hilirisasi, ini merupakan sesuatu yang betul-betul kita harapakan selama ini,” tandasnya. (KORANKITO.com/ADV)