Acungkan Parang, Dua Remaja Bonyok Dihajar Massa

IMG-20160221-01080KORANKITO.com-Palembang

Dua remaja, Solahudin (19), warga Jalan Rama Kasih, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, dan Rama (16), warga Jalan Dharma Bakti Sematang Borang, Kecamatan Sako, Palembang, menjadi bulan-bulanan bogem mentah warga, Minggu (21/2). Kedua rermaja putus sekolah ini kedapatan mengancam warga dengan parang.

Saat itu warga sedang mengadakan syukuran di Lorong Kebun sirih Dalam, RT02/01, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang, Minggu  sore.
Dua orang warga mengalami luka bacok lantaran menangkis serangan dari pelaku. Salah satu korban  bernama Berry (18), mengatakan, awalnya pelaku yang berjumlah lebih dari sepuluh orang melintas di depan acara syukuran. Tiba-tiba para pelaku mengacungkan parang kepada pengendara yang lewat. Saat itu juga, warga yang saat itu ramai langsung mendekat untuk menghentikan aksi para pelaku. Hingga terjadi  perkelahian.
“Saat itu kami lagi menghadiri acara syukuran, tiba-tiba para pelaku yang berjumlah lebih dari sepuluh orang itu, salah satunya mengeluarkan parang lalu mengancam pengendara yang lewat. Kami yang saat itu berada di lokasi langsung menghalau pelaku dan saya terkena bacokan karena menangkis serangan pelaku” ungkap Berry, saat ditemui di Mapolsek Kalidoni.

Menurut Berry, karena jumlah warga yang sangat banyak, sebagian pelaku lari termasuk pelaku yang membawa parang. Namun parang tersebut dibuang di lokasi kejadian, sedangkan dua pelaku lainnya tak sempat melarikan diri dan dihajar massa hingga motor para pelaku pun dibakar.

“Sebagian lari, karena jumlah kami yang sangat banyak. Sedangkan tersisa dua pelaku lagi yang kami amankan karena tak sempat melarikan diri, ” katanya.

Pelaku Solahudin dan Rama yang sudah babak belur dihakimi massa dan langsung diserahkan ke Mapolsek Kalidoni.

Di hadapan petugas, Solahudin mengatakan, saat itu ia beserta teman-temannya hendak pergi ke arah bandara baru. Ia berkelit soal temannya Andy (DPO) tiba-tiba mengeluarkan parang dan mengancam salah satu warga.

“Yang punya parang itu Andy, kami saat itu di belakang, tiba-tiba Andy mengeluarkan parang hingga terjadi keributan antara kami dan warga” ujarnya.

Solahudin mengakui maksud kepergiannya ke bandara baru untuk menyerang seorang remaja yang menjadi musuh mereka. “Rencananya mau nyerang ke arah bandara baru. Ada musuh salah satu teman kami. Akan tetapi, tiba-tiba di daerah Kebon Sirih, kami mengalami keributan dengan warga” ujarnya.
Kapolsek Kalidoni AKP Rahmat S Pakpahan mengatakan, kedua pelaku sudah diamankan. Sedangkan barang bukti yang berhasil didapat dari kedua pelaku sebilah parang dan satu unit motor yang telah dibakar warga.

“Kedua pelaku kini sudah kita amankan. Saat ini berdasarkan dari laporan warga, kedua pelaku diduga hendak melakukan pembegalan terhadap salah satu warga sehingga warga di lokasi langsung menghentikan aksi kedua pelaku,” kata Kapolsek. ardo