Mengatisipasi Kerusuhan Massa

 

pengaman teroris (1)KORANKITO.com-PALEMBANG

Polda Sumsel terus mengasah kemampuan dalam hal mengantisipasi aksi anarkis. Kamis (18/2) pukul 08:00, digelar simulasi di halaman gedung DPRD Sumsel.

Dalam simulasi digambarkan terjadi bentrok antara aparat kepolisian dengan sekelompok masyarakat. Aksi anarkis para perusuh ini sempat membuat ruas jalan di kawasan tersebut macet total. Selain mengakibatkan kemacetan, para perusuh ini juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti mengotori jalan raya dan merusak trotoar.

Tak lema kemudian, ratusan anggota satuan Anti Teror mengerahkan seluruh kekuatannya untuk meredakan kerusuhan. Dilengkapi persenjataan lengkap, petugas meletakkan kawat berduri guna mempersulit pergerakan para perusuh.

Sempat dilepaskan tembakan peringatan agar kerusuhan berhenti. Namun, sudah dua kali tembakan peringatan tak dihiraukan oleh para perusuh. Bahkan, aksi anarkis semakin brutal di hadapan anggota bersenjata lengkap.

 

Akhirnya petugas dari satuan Anti Teror bertindak tegas. Tembakan ke bagian kaki salah satu perusuh dilakukan petugas. Tak berapa lama, para perusuh mundur lantaran para anggota yang berjaga sudah melakukan tindakan tegas. Kericuhan berakhir, hanya satu korban dari perusuh yang terkena tembakan di bagian kaki saat melakukan perlawanan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Djoko Prastowo, mengatakan,  saat ditemui dilokasi kericuhan ini mengatakan, simulasi dilakukan guna melatih keterampilan anggota dalam menghadapi berbagai situasi termasuk kerusuhan.
“Simulasi ini kita upayakan dapat meningkatkan daya keterampilan para anggota saat menghadapi situasi seperti ini. Dalam sesi latihan simulasi ini, kita juga menguji coba persenjataan kita apakah masih layak pakai atau tidak,” jelas Kapolda.

Kapolda berharap saat aksi demo, massa tidak mudah terprovokasi dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dan tidak melakukan aksi tindak kejahatan dan kerusuhan.ardo