Sumsel Kebut Infrastruktur, Lonjakkan Ekonomi

HAL08.02.Hamparan plastik geotekstil hitam di tengah rawa dan persawahan warga di Desa Ibul, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) itu, terlihat memanjang menutupi timbunan tanah merah hingga menyentuh jalan utama kecamatan. Ada empat alat berat beko excavator sedang bekerja serta tiga truk pengangkut tanah terparkir di tepi jalan. ‘’Ya kami sedang melakukan penimbunan dan memasang geotekstil sebelum menimbun tanah agar hasilnya lebih baik,’’ tutur Muslim, 35, pekerja di tempat itu.

Muslim bersama timnya sudah sejak April tahun lalu terus bekerja keras melakukan pembangunan jalan tol Palembang-Indralaya sepanjang 22 kilometer (km). Hingga saat ini, progres penimbunan tol Palindra sudah mencapai sekitar 12 km dari Kota Palembang, diharapkan proyek tersebut rampung pada akhir 2017.

Itulah salah satu proyek pembangunan yang sedang dilakukan wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) belakangan ini. Bukan cuma itu, Sumsel juga tengah ngebut membangun sejumlah fasilitas yang ditargetkan dapat tuntas sebelum pelaksanaan Asian Games 2018. ‘’Tetapi terlepas dari hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel memang harus berlari kencang melakukan berbagai pembangunan dengan demikian roda perekonomian di Bumi Sriwijaya dapat melonjak,’’ ujar Gubernur Sumsel, Alex Noerdin beberapa waktu lalu.

Menyikapi obsesi tersebut, Alex dengan semangat mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan di Jalan Merdeka Barat, pekan lalu. “Oleh karena itu, meski saya sangat sibuk, tetap meluangkan waktu untuk tetap hadir,” ucapnya semringah.

Rakor yang membahas soal pembangunan transportasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah itu diikuti gubernur se-Sumatera.

Kepada para jurnalis yang mengerubunginya, Alex mengungkapkan, gagasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyamakan persepsi program pembangunan transportasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah patut diacungi jempol. ‘’Bagi pemerintah daerah pertemuan semacam itu membuka ruang dan menjadi tempat memperbaiki atau memasukkan usulan baru,’’ paparnya.

Pembebasan Lahan

 

Maka itu, dalam rakor Gubernur Sumsel telah mengajukan sejumlah usulan antara lain, penyerahan bandara ke pemerintah pusat dan pengajuan penambahan anggaran untuk pembebasan lahan proyek kereta api trans Sumatera.

Disebutkan Alex, untuk trans Sumatera anggaran yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 5 miliar dirasa terlalu kecil. Idealnya, tegasnya, sekitar Rp 10-15 miliar. “Kami ajukan tambahan tidak banyak, sekitar Rp 10-15 miliar di APBN-P 2016 untuk pembebasan lahan,” kata orang nomor satu di Sumsel itu.

Pembabasan lahan, sambungnya, perlu mendapat perhatian serius, soalnya proses pembebasan lahan selalu menjadi komponen tersulit dalam sebuah proyek pembangunan.

Awalnya, Alex bercerita, Kemenhub sengaja mengucurkan anggaran kecil lantaran dikhawatirkan jika terlalu besar tidak akan maksimal penyerapannya di kemudian hari. Namun, dia mengatakan, pemerintah pusat tidak perlu takut soal penyerapan, pasalnya kalaupun tidak mencapai 100%, hal itu bukanlah persoalan karena bisa digunakan untuk tahun depan.

Selain proyek trans Sumatera, Pemprov Sumsel juga menargetkan memasang Close Circuit Television (CCTV) di jalan nasional yang ada di daerah itu. Dijelaskannya, CCTV diperlukan untuk keselamatan berlalu lintas di jalan. “Rencananya ada 600 titik CCTV yang akan kita pasang di Kota Palembang dengan estimasi anggaran Rp 289 miliar,” ucapnya.

 

Sementara untuk bandara, Noerdin mengatakan, pihaknya siap menyerahkan sejumlah bandara ke pemerintah pusat. Di antaranya Bandara Silampari yang berada di Kota Lubuklinggau. “Begitu pula bandara lainnya, yakni Atung Bungsu di Pagaralam dan Bandara Banding Agung di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Jonan mengatakan, Kemenhub mengalokasikan anggaran tahun 2016 sebesar Rp 48,46 triliun dengan fokus kerja peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi, peningkatan kualitas pelayanan, peningkatan kapasitas, dan tata kelola dan regulasi/dukungan manajemen. (ADV)