Bisa Dipercaya

Komisi X Cek Kesiapan Sumsel Sebaga Tuan Rumah Asian Games 2018

KOMISI XDengan sumringah delapan anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melangkah meninggalkan ruang rapat VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, menuju bus yang telah siap mengantar ke kawasan olahraga Jakabaring Sport City (JSC), akhir pekan lalu. ‘’Dari paparan yang disampaikan Gubernur Alex Noerdin, tampaknya Sumsel siap untuk menggelar Asian Games 2018,’’ ujar Ketua Tim Komisi X Ferdiansyah, seusai mendengar penjelasan orang nomor satu di Sumsel itu.

Memang kali ini giliran Komisi X bidang pendidikan, olahraga dan sejarah yang melakukan cek dan ricek kesiapan Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tuan Asian Games 2018. Hasil peninjauan di JSC serta beragam sarana lainnya di Palembang, rencananya para wakil rakyat itu akan membahasnya untuk disampaikan kepada pemerintah pusat. Termasuk soal penentuan cabang olahraga (cabor) yang akan pertandingkan di Palembang. ‘’Setelah pulang dari sini kami akan segera mengadakan rapat dan juga akan mengundang langsung Gubernur Sumsel serta juga Menpora sehingga dapat segera menentukan cabor mana saja yang akan digelar di Provinsi Sumsel dan DKI Jakarta,” tegasnya.

Ferdiansyah mengungkapkan, terkait permintaan Gubernur Sumsel yang menginginkan agar penentuan cabor segera dilakukan secepatnya. Pihaknya akan mengusahakan hal tersebut. “Untuk penentuan atau keputusan cabor-cabor mana saja yang akan digelar di Provinsi Sumsel  nanti akan kita putuskan pada maret,” katanya, sembari akan membahas pula soal opening dan closing pesta olahraga Asia itu.

Berita Sejenis
1 daripada 5

Ferdiansyah optimistis, paling tidak Sumsel akan kebagian sebagai penyelenggara acara penutupan Asian games.

Dalam paparannya,  Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menguraikan, semua progress kesiapan provinsi sumsel sebagai tempat penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang. “Kesempatan seperti ini sudah kami tunggu, karena kami Sumsel sudah mempunyai kontribusi nyata dalam melaksanakan event internasional. Nanti tinggal lihat saja langsung yang ada di lapangan, apa yang sudah ada dan apa yang dikerjakan,” katanya.

Ia menambahkan, pada 2010  Provinsi Sumsel ditunjuk sebagai tuan rumah SEA Games dan lokasi yang akan dijadikan untuk tempat penyelenggaraan SEA Games masih rawah-rawah dengan luas 322 hektare. Namun hal itu tidak menjadi masalah bahkan menjadi tantangan pihaknya untuk menyulap lokasi tersebut menjadi komplek olahraga bertaraf internasional. “Saat pekerjaanya banyak sekali kendala dan sisa waktu tinggal sebelas bulan, cuaca pada saat itu ekstrem lalu kami gerakan 6000 pekerja untuk menyelesaikanya. Sumsel pada saat itu dikatakan tidak siap, akan tetapi dengan ridho Allah SWT, lokasi yang dulunya rawa kini menjadi kompleks olahraga bertaraf internasional yang kami beri nama Jakabaring Sport City (JSC). Bahkan JSC ini terintegrasi dan berada di tengah Kota Palambang,” ujar Alex.

Alex Noerdin mengungkapkan terkait kesiapan untuk menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games 2018 untuk lokasi tidak perlu dipertanyakan lagi karena Provinsi Sumsel sudah memiliki kompleks olahraga JSC. “Saat ini kami hanya perlu membangun sarana dan prasarana penujang yakni Infrastruktur seperti pelebaran bandara, jembatan Musi IV dan Musi VI, light rail transit (LRT), tiga ruas jalan tol, rumah sakit dan lainnya. Semua ini akan selesai sebelum Asean Games 2018 dimulai,” tegas Alex. (KORANKITO.com/ADV)