Bisa Dipercaya

Tergiur Harga Murah, Mahasiswa Tertipu Situs Jual Beli Barang Online

Subiyakto mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (11/2) [KORKIT/Muhammad Rocky]
Subiyakto mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (11/2)
[Muhammad Rocky]

Korankito.com, Palembang – Aksi penipuan barang melalui situs online kembali terjadi. Kali ini dialami Subiyakto (21), warga Jalan Sematang Borang Kelurahan Sako Kecamatan Sako, Palembang. Dirinya tergiur saat melihat harga handphone yang terbilang cukup murah.

Subiyakto telah menjadi korban penipuan dengan kerugian sekitar Rp 3,6 juta. Akibat kejadian ini, ia pun mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, guna melaporkan kejadian yang dialaminya, Kamis (11/2), siang.

Berita Sejenis
1 daripada 13

Kepada petugas Subiyakto menjelaskan kejadian yang dialaminya, bermula saat dirinya membuka salah satu situs jual beli online. Disana ia melihat handphone dengan tipe Iphone 5S dengan harga Rp 1,5 juta. Karena tertarik dengan harga yang  murah itu, ia pun langsung menghubungi pelaku dan berkomunikasi, Rabu (10/2) kemarin.

“Saya lihat dari web itu atas nama Glodok Elektronik. Awalnya saya yakin bahwa pelaku bukan penipu. Saat itu pelaku mengirim identitasnya dan komunikasi lewat BBM, saya pun percaya dan langsung mengirim uang,” ujar mahasiswa semester 6 itu.

Awalnya, Subiyakto hanya mentransfer uang pembelian sebesar Rp 1,5 juta. Namun, setelah ditransfer, ternyata pelaku meminta kembali uang tambahan sebesar Rp 2,1 juta. Menurut pelaku, uang tersebut akan digunakan sebagai jaminan ke bea cukai, jika barang tersebut bukanlah barang selundupan.

“Dia bilang dana tambahan itu cuma formalitas, nanti kalau barang sudah dikirim, uang tersebut akan dikembalikan. Setelah saya kirim uang lagi, barang tak kunjung datang dan pelaku malah minta tambahan uang lagi untuk tambahan biaya di bea cukai,” ungkapnya lagi.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede melalui KA SPKT Aipda Novi Arianto mengatakan, laporan korban sudah diterima dengan No. LP/ B-384/ II/ 2016/ Sumsel/ Resta dan akan ditindaklanjuti. “Laporan korban sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh unit Reskrim,” katanya. (Muhammad Rocky)