Polair Polda Sumsel Tangkap 187 Nelayan

Kapal ikan ditangkap Polair Polda Sumsel, diduga melakukan illegal fishing di perairan Sumsel, Kamis (4/2). [Wahyu Rahmanto]

Kapal ikan ditangkap Polair Polda Sumsel, diduga melakukan illegal fishing di perairan Sumsel, Kamis (4/2). [Wahyu Rahmanto]

Korankito.com Palembang – Sebanyak 187 nelayan yang berada di 13 kapal ikan ditangkap Polair Polda Sumsel, diduga melakukan illegal fishing di perairan Sumsel, Kamis (4/2).

Dari penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa puluhan kilogram ikan yang sudah dibungkus dengan kantong plastik dan baskom, serta beberapa jaring ikan troll yang digunakan para nelayan tersebut untuk menangkap ikan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Djoko Prawoto didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padavoka mengungkapkan, para nelayan tersebut memang sudah menjadi target operasi (TO). ‘’Para pelaku illegal fishing ini memang sudah jadi target operasi kita sejak lama, dan kebetulan saat penangkapan ombak memang bersahabat sehingga kita langsung melakukan penangkapan ratusan nelayan tersebut,” ungkap Djoko.

Menurut Kapolda, para nelayan itu menangkap ikan di perairan Timur Laut Tanjung Menjangan, Ogan Komering Ilir (OKI). Para nelayan yang sebagian besar berasal dari Brebes, Jawa Tengah  memang memiliki sejumlah dokumen izin nelayan, namun dokumen tersebut hanya berlaku diperairan utara Pulau Jawa. ‘’Dari 187 nelayan yang ditangkap, hanya 13 Nahkoda saja yang ditahan,’’ katanya.

Sementara itu, seorang nahkoda Kastron, 42 mengaku, ia beserta ratusan nelayan yang lain nekat memasuki perairan OKI lantaran saat mereka sedang berada di wilayah perairan utara laut Jawa ada ombak besar setinggi 5 meter menghadang mereka. Karena tidak ada tempat berlindung, Kastron beserta 12 Nahkoda lainnya memilih berlindung ke perairan Sumsel. ‘’Ombaknya saat itu besar sekali pak, kira-kira setinggi 5 meter. Jadi, kami langsung berbalik arah dan berlindung di perairan Sumsel” ungkapnya.

Meski demikian, Kastron mengaku salah karena selain memasuki wilayah tanpa izin, ia dan para nelayan lain masih nekat mencari ikan di wilayah perairan Sumsel. “Memang kami yang salah pak, selain masuk tanpa izin, sebagian dari kami juga ada yang nekat mencari ikan” katanya. (Kardo)