Bisa Dipercaya

Petani Korban Banjir Dapat Benih Padi Gratis Dari Bupati Lahat

Bupati Lahat, Aswari Rivai, saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Kikim Timur
Bupati Lahat, Aswari Rivai, saat menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Kikim Timur

Korankito.com Palembang – Ratusan petani korban banjit di tujuh kecamatan di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan (Sumsel), mendapat bantuan 1 ton benih padi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat.

Tujuh kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Gumay Ulu, Pagar Gunung, Suka Merindu, Kikim Selatan, Kikim Barat, Kikim Tengah serta Kecamatan Jarai.

Berita Sejenis
1 daripada 40

Benih padi itu diberikan karena sejumlah lahan persawahan para petani rusak diterjang banjir beberapa waktu lalu. Diharapkan dengan benih padi tersebut tidak akan terjadi gagal tanam.

Bupati Lahat Aswari Riva’i mengatakan, tiap 1 haktare sawah yang diterjang banjir akan mendapatkan 25 kilogram benih padi. ‘’Kita melakukan langkah cepat sebagai upaya agar petani bisa menanam ulang padi yang rusak karena banjir. Sehingga kedepannya diharapkan tidak gagal panen,’’ ujar Aswari, kemarin.

Dia menjelaskan, langkah yang dilakukan Pemkab Lahat itu sejalan dengan upaya khusus dalam mencapai swasembada pangan. Dengan demikian para petani diminta untuk proaktif melaporkan kepada aparat desa hingga ke kecamatan atau bila perlu ke instansi terkait jika terjadi kerusakan karena bencana alam. ‘’Petugas akan segera memeriksa sehingga dapat dipastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman panagan dan Holtikultura, Lahat, Hafit Fadli mengungkapkan, selai adanya laporan kerusahan lahan persawahan ternyata ada juga kerusakan irigasi. Untuk itu, tambahnya, akan segera mengirimkan petugas ke lapangan untuk meninjau langsung kerusakan irigasi itu. ‘’Sedangkan untuk penyaluran bantuan benih padi kami akan melakukan pengawasan supaya tidak terjadi salah sasaran. Kami juga akan memantau lokasi persawahan lainnya di Lahat agar tidak terjadi gagal tanam apalagi gagal panen. (Hasjim)