Tertangkap Tangan Lakukan Pungli, Oknum Polisi Ditangkap Provost

Korankito.com, Palembang – Petugas dari Provost Polda Sumatera Selatan (Sumsel), menangkap seorang oknum polisi yang bertugas di Polsek Kertapati Palembang. Oknum polisi tersebut yakni Bripka AAK yang tertangkap tangan melakukan pungutan liar (pungli) di daerah perbatasan Palembang-Ogan Ilir (OI), tepatnya di Jalan Lintas Timur Sumatera, Rabu (10/2) pagi.

Saat menjalankan aksinya, Bripka AAK tak sendirian, ia juga ditemani salah seorang oknum petugas yang berhasil melarikan diri saat keduanya ditangkap dan tengah menggunakan seragam lengkap dan menggunakan rompi Polantas.

Saat dikonfirmasi terkait penangkapan tersebut, Kasubdit Provost Bid Propam Polda Sumsel, Kompol Doni Sembiring menjelaskan, jika penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan adanya laporan para sopir truk yang gerah dengan aksi pungli para oknum polisi saat melewati daerah tersebut.

“Ada dua oknum polisi yang jadi pelakunya, satu sudah ditangkap dan satu lagi kabur. Keduanya pakai seragam lengkap tertangkap tangan melakukan pungli terhadap sopir truk,” ungkap Sembiring, saat dikonfirmasi.

Dari tangan Bripka AAK, petugas provos juga berhasil menyita barang bukti berupa dua buah senter dan uang hasil pungli sebanyak Rp 38 ribu. “Kita belum tahu berapa uang yang mereka minta dari sopir truk karena belum diperiksa,” ujarnya.

Atas tindakannya itu, Bripka AAK terancam sanksi kode etik dan disiplin Polri. Bisa juga dikenakan saksi pemecatan secara tidak terhormat jika tindakannya yang kerap dilakukan tersebut, terbukti melanggar prosedur.

Selain itu, Sembiring juga menambahkan, jika kasus ini juga telah tersirat sesuai Surat Telegram Kapolda Sumsel Nomor: STR/31/I/2016 tertanggal 18 Januari 2016 tentang opsgaktiplin, razia gampol, sikap tampang, pungli, masuk daerah terlarang dan narkoba di wilayah hukum Polda Sumsel.

“Oknum tersebut telah mencoreng nama dan memalukan citra kepolisian. Ini tidak dibenarkan. Kita akan tindak tegas dan kami akan kejar salah seorang anggota yang kabur itu,” pungkasnya. (Kardo)