KONI Sumsel Bentuk Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua

Akhmad NajibKorankitocom, Palembang – Musyawarah olahraga provinsi (Musorprov) VIII Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), akan resmi dilaksanakan pada 26-28 Februari mendatang.

Terkait persiapan Musorprov tersebut, KONI Sumsel telah membentuk tim penjaringan dan penyaringan calon ketua umum KONI Sumsel masa bakti 2016-2020. Sekretaris Umum KONI Sumsel, Ahmad Najib menjelaskan, pengangkatan tim penjaringan dan penyaringan tersebut berdasarkan keputusan Ketua Umum KONI Sumsel  No. 02 Tahun 2016, tanggal 8 Januari 2016.

“Tim ini akan menjalankan tugasnya sampai dengan dilaksanakannya Musorprov VIII KONI Sumsel. Hasil kerja tim nantinya dilaporkan secara tertulis kepada Musorprov VIII melalui pimpinan sidang. Hal ini mengacu pada pasal 26 ayat 4 huruf (c) Anggaran Dasar KONI dengan tetap menghormati kedaulatan Musorprov KONI Sumsel serta hasil rapat anggota KONI Sumsel,” jelas Asisten Kesra Pemprov Sumsel ini Rabu (10/02).

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk nama-nama yang bertugas pada tim penjaringan dan penyaringan tersebut terdiri dari Aidit Aziz selaku ketua, wakil ketua Bambang Harianto, sekretaris Asdit Abdullah, wakil sekretaris A Taqwa dan anggota Amir Faisal.

“Tim penjaringan dan penyaringan ini sudah mulai membuka usulan calon ketua umum sejak tanggal 6 hingga tanggal 17 Februari 2016, pukul 16.00 Wib. Untuk usulan calon ketua umum KONI Sumsel dilakukan dengan cara diusulkan oleh anggota KONI Sumsel secara tertulis kepada tim penjaringan dan penyaringan,” ungkapnya.

Menurut Akhmad Najib, untuk kriteria dan persyaratan calon ketua umum KONI Sumsel nantinya mengacu sesuai Anggaran Rumah Tangga (ART) Bab VI bagian kesepuluh pasal 27 Ayat (1) yaitu, mempunyai kemampuan manajerial, pengabdian dan waktu yang cukup untuk mengelola organisasi olahraga. Kemudian mampu menjadi pengayom dan pemersatu semua unsur masyarakat olahraga.

“Kemudian mempunyai visi yang luas dalam membina olahraga prestasi, mampu menjalin kerjasama dengan badan-badan usaha dan instansi terkait untuk menunjang pembinaan olahraga prestasi, serta mampu menggalang kerjasama dengan badan-badan keolahragaan tingkat daerah dan nasional,” jelasnya.

Selain itu ditambahkan Najib, calon ketua umum KONI Sumsel juga diwajibkan memperoleh dukungan secara tertulis dari atau diusulkan oleh minimal 15 cabor/organisasi fungsional anggota KONI Sumsel dan 5 KONI kabupaten/kota yang masih aktif dan tidak bermasalah, dengan ketentuan setiap anggota KONI hanya boleh mengusulkan satu nama sebagai calon ketua umum KONI Sumsel.

“Calon ketua umum KONI Sumsel juga harus membuat surat pernyataan bermaterai Rp. 6000,- dan berdomisili di provinsi Sumsel yang dibuktikan dengan identitas KTP dan KK, serta tidak pernah dihukum dan tidak sedang menjalani proses pidana,” tegas sekretaris pantia daerah Asian Games 2018 tersebut. (Ton)