Karena Ludah, Pedagang Sayur Ancam Bunuh Pedagang Kue

Pedagang Sayur Ancam Bunuh Pedagang KueKorankito.com, Palembang – Hanya karena pasal batuk dan ludah, kedua pedagang di pasar pasar Sunan di Jalan Abi Kusno, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, terlibat adu mulut. Bahkan salah satu pedagang mengancam membunuh dan sudah mengelurkan senjata tajam.

Hal ini dialami pedagang kue, Masnun (50), warga Lorong Karyawan, RT. 22 RW. 04 Kelurahan Kutobatu, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, yang harus menjadi korban pengancaman oleh Ita (45) dan anaknya Tarman (25) yang berjalan sayur di pasar yang sama. Atas kejadian tersebut, Masnun akhirnya melapor ke Mapolresta Palembang.

Kejadian bermula saat Masnun bersama suaminya Martono (55), datang ke lokasi daganganya sekitar pukul 09:00 Selasa (9/2). Sesampainya Martono dilokasi, dia batuk dan membuang ludah dipinggir jalan dimana saat itu terlapor sedang menikmati makanan yang tak jauh dari lokasi. Tiba-tiba saja terlapor marah dan ia mengancam akan menusuk dengan senjata tajam.

“Memang lapak tempat dagang saya berdekatan. Karena suami saya batuk dan membuang ludah, terlapor marah, kemudian saya mencoba meminta maaf karena kami tidak sengaja. Tapi Tarman anaknya mengambil parang dan langsung mengayunkan parang. Beruntung dipisah pedagang lain yang ada di kejadian,” ungkapnya saat melapor.

Masnun juga mengatakan, selama ini hubungan antara dirinya dan terlapor memang kurang harmonis sejak beberapa bulan terakhir, dimana dirinya sering diumpat dan diancam akan ditusuk.

“Sebenarnya sudah sangat sering mereka mengancam untuk membunuh saya karena telapor sering berhutang kue kepada saya dengan cara ingin membayar tukar sayur. Saya menolak, mungkin karena itu saya selalu diancam,” ujar penjual kue.

Sementara itu, Kasat Reskrim Mapolresta Palembang, Kompol Marully Pardede SIK melalui Kanit SPK, Aiptu M. Fajar membenarkan Pihaknya telah menerima laporan korban dengan tanda bukti nomor LP/B-369/II/2016/Sumsel/Resta. “Laporan sudah kita terima dan akan ditindak lanjuti, bisa dikenakan pasal 310 KUHP tentang pengancaman,” tutupnya. (Muhammad Rocky)