Antisipasi Peredaran Narkoba, Anjing Pelacak Sisir Kawasan 14 Ilir

NarkobaKorankito.com, Palembang –  Maraknya aksi peredaran narkoba pada masyarakat beberapa kurun waktu terakhir, membuat Polda Sumsel, Sabtu (6/2) pagi, menggelar Operasi Antik yang bertujuan untuk mengantisipasi peredaran narkoba di kota Palembang.

Oerasi yang dilakukan dengan menyusuri kawasan rawan narkoba di sekitar 14 Ilir Palembang. Petugas dari Ditres Narkoba Polda Sumsel yang bersenjata lengkap pun dibantu dengan melibatkan anjing pelacak (K-9) khusus narkoba, guna mempermudah penyisiran mencari para pengedar.

Namun, penyisiran yang dilakukan oleh sekitar 30 anggota tersebut tidak membuahkan hasil. Seseorang yang diduga merupakan bandar dan target operasi dalam operasi kali ini, berhasil melarikan diri saat mengetahui kedatangan petugas yang diiringi suara gonggongan anjing pelacak.

Operasi yang dipimpin langsung Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumsel, AKBP Syahril Musa ini, terlihat langsung mengepung sebuah rumah yang diduga merupakan rumah sang bandar. Namun, beberapa saat sebelum dilakukan pengepungan, tampak seorang lelaki yang diduga merupakan target telah berhasil lari terlebih dahulu dan menghilang.

Petugas yang mengetahui hal tersebut langsung menggeledah seluruh isi rumah termasuk juga menggunakan anjing pelacak. Akan tetapi, dari penggeledahan tersebut tidak menemukan adanya narkoba. Hanya saja, sebuh box brankas berhasil ditemukan dan saat dibuka paksa, dari dalam brankas ditemukan beberapa unit ponsel berbagai merek.

Penggeledahan kembali dilakukan di rumah lainnya yang diduga merupakan rumah bandar narkoba. Lantaran tidak ada yang membuka pintu, petugas pun akhirnya membuka secara paksa. Namun, dari penggeledahan tersebut, petugas juga tidak membuahkan hasil.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumsel, AKBP Syahril Musa usai mengelar operasi tersebut mengatakan, operasi ini merupakan dalam rangka Operasi Antik yang akan dilakukan hingga beberapa hari ke depan.

Selain itu, dikatakan Syahril, operasi ini akan dilakukan hingga beberapa hari ke depan, termasuk juga akan menyusuri tempat rawan narkoba lainnya. “Kita akan petakan di mana-mana saja tempat atau kampung yang dinilai rawan narkoba dan setelah itu baru kita sisir,” terangnya.

Saat disinggung dalam operasi yang digelar kali ini yang tidak membuahkan hasil dan malah ada seorang yang diduga merupakan target berhasil melarikan diri, Syahril mengatakan, hal itu akan dijadikan bahan evaluasi untuk kedepannya.

“Hasil dari operasi ini, akan kita jadikan evaluasi. Sehingga saat kembali melakukan operasi, nantinya akan kita susun rencana dan strategi yang lebih baik lagi, dan hasil yang kita dapat sesuai dengan yang diharapkan,” tukas Syahril. (Kardo)