UIGM Dituding Lalai Terkait Gardu Meledak, Ini Tanggapan Marzuki Ali

Korankito.com, Palembang – Peristiwa meledaknya sebuah gardu yang menewaskan salah satu anggota Mapala Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang, M Ilham (19), Selasa (2/2) lalu, berbuntut panjang. Pasalnya anggota keluarga korban belum bisa terima dan melaporkan pihak UIGM ke Polresta Palembang, Kamis (4/2), atas kasus kelalaian.

Pemilik UIGM Palembang, Marzuki Ali saat di konfirmasi via telepon mengatakan, jika pihaknya tak menemukan inti permasalahan jika pihaknya melakukan kelalaian. Sebab, ruangan tersebut memang rutin di cek oleh pihak PLN, dan disekitar gardu sudah dipasang kawat.

Namun, ia sangat menyayangkan, kenapa tingkah laku para mahasiswa yang masih saja ingin memasuki ruangan tersebut, disaat kampus dalam keadaan libur semester, yang notabene seharusnya tidak ada kegiatan.

“Inti dari kelalaian dari mana? Sudah tau kampus sedang libur semester. Kami sangat menyayangkan jika ada mahasiswa yang masih ingin memasuki ruangan tersebut, padahal petugas PLN sudah memasang batas kawat dan kunci agar tak ada yang masuk selama libur semester,” ungkap Marzuki.

Selain itu, Marzuki juga menjelaskan, untuk laporan yang sudah diterima pihak Polresta Palembang kemarin, itu adalah hak dari pihak keluarga korban. Namun, ia belum menemukan inti dari kelalaian yang dilaporkan pihak keluarga korban.

Mantan Ketua DPR RI menambahkan, organisasi Mapala tersebut, sempat ia bekukan selama dua tahun untuk membuat para mahasiswa sadar, agar tidak seenaknya saja memakai sandal jepit saat memasuki wilayah kampus.

“Untuk laporan kemarin itu sudah hak keluarga, silahkan lapor. Tapi kalo saya dan pihak kampus belum tau dari segi mananya kalau ini masuk kedalam tindak pidana kelalaian yang dilakukan pihak kampus,” tukas Marzuki. (Kardo)