Bisa Dipercaya

Sumsel Kandidat Tuan Rumah Kejuaraan Asia Triathlon 2017

Kunjungan tim ASTC ke JakabaringKorankito.com, Palembang – Fasilitas olahraga bertaraf internasional yang dimiliki Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), kembali mendapat pengakuan dengan ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan internasional.

Kali ini, Provinsi Sumsel mendapat tawaran dari Asian Triathlon Confederation (ASTC), untuk melaksanakan kejuraan triathlon tingkat Asia di Palembang pada kalender even bulan Juli tahun 2017 mendatang.

“Untuk memastikan hal tersebut, pihak ASTC langsung mengirim utusannya untuk meninjau kondisi venue di dalam kawasan Jakabaring Sport City (JSC),” ujar Kadispora Sumsel, Akhmad Yusuf Wibowo, saat memimpin kunjungan tim ASTC di JSC.

Delegasi ASTC yang berjumlah tiga orang, yaitu Kiriyo Suzuki (Jepang), Cheah Choon Nam (Malaysia) dan Melody Tan (Malaysia). Tim tersebut juga didampingi langsung oleh Presiden Federasi Triathlon Indonesia, Mark Sungkar

Dijelaskan Yusuf, kunjungan tim dari ASTC ke Jakabaring ini untuk memastikan kondisi kesiapan venue triathlon, mulai dari danau Jakabaring, lintasan jalur sepeda, lintasan lari, dan fasilitas pendukung lainnya seperti wisma atlet serta kolam renang untuk pemanasan.

“Untuk membidik tuan rumah kejuaraan Asia tahun depan, Sumsel tidak sendiri. Pasalnya, Sumsel juga harus bersaing ketat dengan kandidat negara lainnya yakni Kazakhstan. Jadi semua persiapan harus betul-betul maksimal, dan dipastikan sudah siap tahun depan sekaligus untuk tes event Asian Games 2018,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkan Yusuf, untuk kepastian tuan rumah akan dilakukan pada saat kongres ASTC, April mendatang di Jepang. Menurutnya, paparan kesiapan tuan rumah nanti akan disampaikan langsung oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

“Kita berharap event tersebut nantinya dapat dilaksanakan di Palembang, mengingat Sumsel juga kebagian menggelar cabor triathlon pada saat Asian Games 2018. Sumsel nantinya juga berpeluang membidik tuah rumah kejuaraan dunia pada kalender event 2020,” harapnya.

Sementara itu, dari hasil kunjungan tim ASTC ke Jakabaring, terdapat sejumlah catatan yang harus segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait dalam menyiapan fasilitas triathlon, antara lain jalur sepeda yang dibutuhkan adalah  total 10 KM, untuk berenang area yang dibutuhkan 350 Meter + 50 Meter, dan area untuk lari dibutuhkan 5 KM.

Kemudian, Venue Aquatic dapat digunakan untuk latihan berenang bagi peserta. Penyiapan data standarisasi internasional untuk kebutuhan cabor triathlon, sehingga venue ini memenuhi kelayakan dan berstandar international.

Selain itu, juga diperlukan fasilitas pendukung yakni kesehatan, ketersediaan area untuk Helipad di JSC, rumah sakit rujukan yang terdekat, dopping dan lain-lain. Para peserta akan menempati wisma atlet dengan kondisi 1 kamar untuk 2 orang.

Untuk pembuatan ponton dengan panjang 60 meter, lebar 4 Meter dan kedalaman 2 Meter, serta diperlukan juga perlebaran jalan untuk jalur bersepeda di dekat jembatan dengan di atur tingkat kemiringannya. Terakhir, dibutuhkan juga 4 ruangan di lantai 2 gedung menembak untuk ruang rapat, ruang juri, dan sekretariat. (Ton)