Sopir Travel Dianiaya Ayah dan Anak

Sopir Travel Dianiaya Ayah dan AnakKorankito.com, Palembang – Saat hendak mencari penumpang di kawasan bawah Jembatan Ampeta, Evan Nuradi (35), seorang sopir travel jurusan Palembang – Muarakuang, menjadi korban pengeroyokan satu keluarga.

Akibat pengeroyokan itu, Evan yang tercatat sebagai warga Desa Seri Kemang RT 02 Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, tangannya mengalami luka serius ditangan karena menangkis serangan senjata tajam. Atas kejadian itu, Evan melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian(SPK) Polsekta Seberang Ulu (SU) I Palembang Kamis (4/2) sore.

Mendapat keterangan laporan dari korban, jajaran reskrim Polsek Seberang Ulu I, dengan cepat merespon laporan dan bergerak cepat ketempat kejadian. Di tempat kejadian, petugas berhasil mengamankan Ifan (35) dan ayahnya Yusuf (50). Keduanya diamankan karena melakukan pengeroyokan, sedangkan satu lagi tersangka pengeroyokan Yamin (14) masih dalam pengejaran.

Dari informasi yang diperoleh, kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB, saat Evan sedang memarkirkan kendaraannya. Namun tanpa disadari, Evan menyenggol Yamin yang sedang berbelanja buah-buahan.

Yamin yang tersenggol kendaraan Evan menjadi marah. Terjadi percekcokan diantara keduanya, saat itulah datang ayahnya, Yusuf untuk menengahi keributan keduanya. Ifan yang bekerja di dekat kejadian, ikut datang menghampiri. Bukan menjadi selesai, malah keributan besar terjadi.

Ifan tak mampu menahan emosi ketika melihat ayahnya dibentak oleh Evan, sontak saja ia melayangkan beberapa kali pukulan ke wajah Evan. Tak lama kemudian, datanglah Yamin yang membawa sebilah pedang yang langsung dihujamkan ke arah korban. Sabetan pedang mampu ditangkis korban dengan kedua tangannya yang membuat jari jempol tangan kirinya nyaris putus.

“Aku itu ribut sama anaknya yang tak sengaja aku senggol, tak lama datanglah bapak dan kakaknya. Begitu cepat kejadiannya, adiknya ini bawa pedang langsung diarahkan ke saya tapi berhasil saya tangkis. Sementara, keluarga yang lain ikut mengeroyok, sudah tak terhitung lagi berapa kali pukulan dikepala saya,” urainya.

Sementara Ifan dalam pengakuannya menyebutkan, ia hanya melerai keributan adiknya dengan korban. “Saya tidak terima bapak saya dimarahi, anak mana yang tak emosi. Saya pukul dia saat terjadi keributan. Tiba-tiba adik saya datang sudah bawa pedang, tak tau dapat dari mana. Saya ini bukan mau ribut, hanya membela keluarga saja pak,” elaknya.

Kapolsek Seberang Ulu I, Kompol Suhardiman didampingi Kanit reskrim, Ipda M Uzer, membenarkan pihaknya telah mengamankan dua pelaku pengeroyokan atas dasar laporan korban yang merupakan sopir travel.

“Begitu dapat laporan, kita kejar ke lokasi dan mengamankan dua pelaku. Satunya masih kita kejar, identitas sudah dikantongi. Untuk tersangka akan kita kenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman diatas 5 tahun penjara,” tegasnya. (Muhammad Rocky)