Terjaring Razia, 43 Pelajar Diamankan Polresta Palembang

Razia

43 pelajar Sekolah Menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), terjaring razia rutin yang digelar Unit Sabhara Polresta Palembang, Rabu (3/2) siang

Korankito.com, Palembang – Sebanyak 43 pelajar Sekolah Menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), terjaring razia rutin yang digelar Unit Sabhara Polresta Palembang, Rabu (3/2) siang. Dari puluhan pelajar tersebut, terdapat seorang pelajar wanita.

Para siswa terjaring razia saat jam pelajaran sekolah berlangsung. Saat diamankan, para pelajar ini ada yang sekedar nongkrong di pinggir jalan. Ada juga yang bermain di salah satu Warnet di kawasan Kambang Iwak dan di seputaran jalan Riau, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Setelah dimintai keterangan, semua pelajar itu ternyata meninggalkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tanpa izin. Petugas akhirnya menggiring 43 pelajar ke Mapolresta Palembang, untuk didata, serta akan dipanggil orang tua dan guru masing-masing.

Untuk memberi efek jera, petugas menghukum para pelajar tersebut, untuk menyanyikan lagu “Padamu Negeri”. Ternyata, sebagian besar pelajar tidak dapat menyanyikan dengan benar, karena tidak hafal liriknya.

Kanit Patroli Sabhara Polresta Palembamg, Ipda Welly F mengatakan, pihaknya memang sengaja menggelar razia rutin. Sasarannya, tempat kost dan pelajar yang bolos sekolah saat jam pelajaran.

“Awalnya kami menerima laporan dari warga, banyak pelajar yang meresahkan dan bolos sekolah. Nah, dari situlah kami langsung menindaklanjutinya dan berhasil mengamankan 42 pelajar siswa, serta 1 pelajar siswi,” katanya.

Ditambahkan Welli, nantinya semua pelajar ini akan didata terlebih dahulu, setelah itu dipanggil orang tua dan guru masing-masing. “Ini dilakukan agar orang tua dan guru mereka mengetahui ulah anak-anaknya, serta mereka tidak terjerumus tindak kriminal,” tutupnya. (Muhammad Rocky)