Bisa Dipercaya

Pedagang Desak PD Pasar Ambil Alih Pasar Kuto

PasarKorankito.com, Palembang – Paguyuban pedagang Pasar Kuto di Kota Palembang, meminta kepada Perusahaan Daerah (PD) Pasar Palembang Jaya, agar mengambil alih pengelolaan pasar Kuto dari tangan PT GandaTata Prima (GTP). Hal ini disampaikan, dalam audiensi bersama Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, dan Assisten II Pemerintahan Kota Palembang, di ruang Balai Kota Pemkot Palembang, Rabu (3/2).

Ketua paguyuban pasar Kuto, H. Sam menyampaikan, semenjak adanya sistem Build Operate Transfer (BOT) pada tahun 2013 lalu, yang dipegang oleh PT GTP, Pasar Kuto mengalami penurunan dratis, yang dimana kalau dulu sangat bersih, sekarang sudah berubah kotor serta terkesan kumuh.

“Sedangkan, kami harus membayar uang retribusi sebesar 11 ribu rupiah dan itu diluar uang keamanan. Makanya, timbul pertanyaan dikalangan pedagang, kemanakah uang yang kami bayarkan selama ini jika fasilitas yang kami dapatkan tidak sesuai,” ungkap H. Sam.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Sementara itu, pengacara perwakilan pedangan, Sapriadi menambahkan, semua ini bentuk kekecewaan dari pedagang pasar Kuto, terhadap pihak pengelola PT GTP. Apalagi, pengelolo menarik retribusi yang cukup besar. “Besaran bayaran retribusi pedagang bervariasi dan bisa mencapai 15 ribu rupaiah. Namun, tidak ada pelayanan yang diberikan oleh PT GTP,” tegasnya.

Sedangkan, Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Apriadi Busri mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian hukum, terkait kerjasama antara pemerintah kota Palembang dengan PT GTP. “Kami sudah melayangkan surat permohonan kepada Dekan Hukum Univerisitas Sriwijaya, agar dapat mengkaji perjanjian antara Pemkot dan PT GTP tersebut,” pungkasnya. (Denny Pratama)